Wednesday, 18 September 2019

Perbedaan Bata Ringan AAC & CLC

| Wednesday, 18 September 2019
Bata Ringan AAC adalah Beton selular dimana gelembung-gelembung udaranya yang ada disebabkan oleh reaksi kimia, yaitu ketika bubuk aluminium atau aluminium pasta mengembang seperti pada prosess pembuatan roti saat penambahan ragi untuk mengembangkan adonan. Material pembuatan bata ringan AAC memakai pasir khusus yaitu silika (> 95% SiO2) dan harus digiling sampai ukuran mikro atau yang paling kecil/lembut sendiri.

Mirip sama halnya seperti pada pembuatan roti-roti biasanya, pada AAC tingkat ekspansi adonan juga tidak bisa di kontrol dengan baik/secara tepat sehingga biasanya akan mengembang keluar dari cetakan. Oleh karena itu harus dipotong untuk mendapatkan dimensi yang dibutuhkan, dipotong dengan ukuran ukuran yang diinginkan. Gelembung udara yang relatif banyak memungkinkan dihasilkannya AAC dengan kerapatan yang rendah yaitu sekitar 700 – 800 kg / m³, itu untuk ukuran bata ringan ACC yang baik.

Pada bata ringan AAC susunan gelembung udara yang terbentuk saling terhubung antara satu sama lainnya, hal ini mengakibatkan air mudah meresap ke dalam beton, oleh karena itu pada pengaplikasiannya harus diberikan perlindungan kedap air seperti plaster kedap air, agar air tidak terlalu banyak yang meresap kedalam.

Untuk menghasilkan kuat tekan yang cukup proses pengeringan (curing) pada AAC harus menggunakan tabung khusus yaitu autoklaf yang bertekanan tinggi. Namun sayangnya proses curing tersebut menghancurkan proses hidrasi dari semen yang sedang terjadi. Oleh karena alasan ini juga bata ringan AAC harus benar-benar terlindungi dari kelembaban. Agar tidak terjadi lembab yang berlebih.

Densitas yang rendah dan susuanan gelembung udara pada bata ringan AAC mengharuskan penggunaan pen/dowel untuk pemasangan baut/paku pada dinding. Insulasi suara juga kurang untuk densitas yang serupa jika dibandingkan dengan bata ringan CLC yang di curing secara alami.

Seluruh proses produksi bata ringan AAC berbeda dengan CLC dan membutuhkan pabrikasi dan peralatan canggih serta investasi modal yang besar yaitu 10-30 juta USD dan kapasitas yg di hasilkan juga tinggi sekitar 300 m3 per hari bahkan bisa lebih., uuaawaaaaauuu banyak juga ya sahabat.

Seperti yang diuraikan di atas, maka sangat tidak mungkin untuk menghasilkan bata ringan type/jenis AAC pada lokasi proyek maupun untuk memproduksi panel prefab dengan bentuk dan ukuran yang diinginkan. Pengunaan baja penguat beton (rebar) harus dilindungi dengan bahan anti korosi, agar tidak mudah rusak dan bisa menambah kekuatan beton.

Diperlukan sekelompok tim ahli khusus yang berpengalaman untuk mengoperasikan pabrik tersebut untuk menghasilkan pro-duct yang amat sangat berkualitas, namun bata ringan AAC menawarkan densitas terendah dan memiliki rasio terbaik atas kepadatan berbanding dengan kuat tekan terhadap semua jenis beton-beton yang ada.


Bata Ringan CLC adalah beton selular yang mengalami proses curing secara alami, CLC adalah beton konvensional yang mana agregat kasar (kerikil) digantikan oleh udara, dalam prosesnya mengunakan busa organik yang sangat stabil dan tidak ada reaksi kimia ketika proses pencampuran adonan, foam/busa berfungsi sebagai media untuk membungkus udara.

Pabrikasi dan peralatan yang digunakan untuk menghasilkan CLC juga standard, sehingga produksi dengan mudah dapat pula diintegrasikan ke dalam pabrikasi beton konvensional. Hanya pasir, semen, air dan foam yang digunakan dan kepadatan yang didapatkan dapat disesuaikan mulai dari 350 sampai 1.800 kg / m³ dan kekuatan dapat juga dicapai dari serendah 1,5 sampai lebih 30 N / mm ².

Pasir kali-sungai berukuran 2, 4, 6 dan 8mm yang dapat digunakan, tergantung pada kepadatan yang diinginkan. Semen portland menawarkan kinerja paling optimal tetapi kebanyakan jenis lain semen juga bisa digunakan. kepadatan beton bisa disesuaikan, berbagai ukuran dan maupun panel prefab dapat diproduksi, di atas kepadatan dari 1.200 kg / m³ (setengah dari berat beton konvensional) untuk aplikasi struktural dapat mengunakan rangka baja, yang merupakan kombinasai terkuta beton.

Pada CLC Gelembung udara yang dihasilkan benar-benar terpisah satu sama lain, sehingga penyerapan air jauh lebih sedikit dan baja tidak perlu dilapisi dengan lapisan anti korosi, beton dengan kepadatan diatas 1.200 kg/m3 juga tidak memerlukan plaster, seperti pada bata ringan AAC, hanya cukup di cat saja. Penyerapan air lebih rendah daripada di AAC dan masih cukup baik dibandingkan dengan beton konvensional konvensional lainya.

CLC sama halnya dengan beton konvensional kekuatan akan bertambah seiring dengan waktu melalui kelembapan alamiah pada tekanan atmosfir saja. Meskipun tidak seringan AAC, CLC tetap menawarkan penurunan berat badan yang cukup besar dibandingkan dengan beton konvensional dan isolasi termal kurang lebih 500% lebih tinggi dan tahan api.

Paku dan Sekrup dapat dengan mudahnya dipakukan ke bata ringan CLC terus tanpa harus menggunakan pen, CLC juga dapat dipotong atau digergaji dengan mudah karena teksture nya yang mudah di potong. Bahkan panel dinding rumah seluruhnya dapat dicetak hanya dalam sekali tuang.

Beton CLC menawarkan banyak ruang lingkup pengaplikasian, mulai dari isolasi atap rumah pada kepadatan serendah 350 kg / m³ sampai dengan produksi panel dan lantai beton dengan kepadatan 1800 kg / m³.

Terimakasih sudah mengikuti web kami dan selalu memantau setiap perkembangan web kami, jangan lupa untuk selalu berlangganan artikel di web kami sipilkusipilmu.com.

Saya harap artikel tentang "Perbedaan Bata Ringan AAC & CLC" ini bisa dimengerti, dan saya juga berharap tulisan-tuisan yang ada di sipilkusipilmu.com ini bisa membantu teman-teman semua dalam mempelajari tentang "Perbedaan Bata Ringan AAC & CLC".

Related Posts

No comments:

Post a Comment